ruwat 1

TEGAL- Tiga buah tandu terlihat diarak mengelilingi Pantai Alam Indah (PAI) Tegal Kamis (30/11/2017). Tandu atau juga disebut ancak yang berisi berbagai macam hasil bumi dan kepala kerbau ini merupakan bagian dari serangkaian prosesi Ruwatan PAI yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tegal bersama pedagang dan masyarakat sekitar sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang diberikan

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal menyampaikan maksud pelaksanaan kegiatan ini adalah upaya melestarikan adat dan tradisi masyarakat tujuannya adalah berdoa agar tidak ada musibah yang terjadi dikemudian hari.

“Maksud pelaksanaan ruwatan PAI antara lain yakni melestarikan adat dan tradisi masyarakat, tujuannya antara lain sebagai sarana berdoa agar tidak ada musibah yang terjadi di PAI ," katanya

ruwat 2

Seperti yang diketahui bersama, ruwatan adalah tradisi asli Bbangsa Indonesia yang secara turun temurun dilaksanakan dalam bentuk upacara adat guna melenyapkan segala jenis sengkala (kesialan) maupun energi negatif yang menyelimuti segala sesuatu baik orang, tempat maupun barang.

Atraksi Budaya

Kepala Seksi Promosi Wisata Sudibyo, SE usai prosesi acara mengungkapkan event ruwatan ini dilaksanakan antara lain sebagai salah satu atraksi budaya yang menarik dan ajang promosi yang bagus untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan

“ruwatan PAI ini adalah atraksi budaya Kota Tegal dan merupakan bagian dari promosi tentunya ” jelasnya

Berbagai sajian menarik ditampilkan selama acara berlangsung, antara lain penampilan tari tradisional, pentas wayang ruwat oleh Dalang Ki Barep, arak-arakan dan pelarungan ancak berisi hasil bumi dan kepala kerbau ke laut serta sajian hiburan musik dangdut.(Bidpar)

ruwat 3

Tegal - Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati ruas Jalan Letjen Suprapto Komplek Ruko Pasar Sore Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal untuk mengikuti rangkain kegiatan Haul Al Imam Al Qutub Al Habib Muhammad Bin Thohir Al Hadad Ke-124 Tahun 2017, Kamis (11/05/2017) malam.

Kegiatan yang dipusatkan dikediaman Habib Abdullah bin Hasan Al Haddad ini dilaksanakan selepas Sholat Maghrib, diawali dengan pembacaan Ratibul Al Haddad oleh Habib Faiq Bin Alwi Al Haddad dan Ratibul Al Athas. Usai Sholat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Surat yasin dan Doa Nifsu Sya’ban serta tausyiah.

haul haddad

Foto Suasana Haul Haddad

Salah satu peziarah, Adrik (19) asal Bumiayu mengaku baru pertama kali mengikuti haul ini. Dirinya sengaja datang bersama rombongan santri Pondok Pesantren Darunnajat Bumiayu, tempat ia menimba ilmu, untuk mengikuti haul yang diselenggarakan untuk mengenang Al Imam Al Qutub Habib Muhammad Bin Thohir ini.

Dirinya juga mengaku ingin berziarah sekaligus “ngalap berkah” dari karomah Habib Muhammad Bin Thohir Al Haddad yang wafat pada tahun 1316 H (sekitar tahun 1885 M) ini

“baru pertama kali saya ke sini. Mau ikut berziarah dan berdo’a dan mudah-mudahan bisa ngalap berkahnya (Habib Alhaddad-red)” katanya

Ada pula Sarjo (54) asal Semarang yang datang bersama anaknya Bayu (27). Ia mengaku selalu menghadiri kegiatan haul ini setiap tahunnya sebagai ungkapan cinta kepada Ahlul Bait cucu Baginda Nabi Muhammad SAW. “ini sebagai bentuk ungkapan cinta pada Kanjeng Nabi,

Habib Muhammad Bin Thohir Al Haddad sendiri adalah sosok ulama besar asal Yaman yang wafat di Tegal saat berdakwah sembari mengunjungi kedua putranya yang lebih dulu diutus untuk berdakwah di Indonesia, Habib Alwi dan Habib Husain.

Haul Al Imam Al Qutub Al Habib Muhammad Bin Thohir Al Haddad ini pertama kali diselenggarakan tanggal 15 Sya’ban 1316 H oleh sahabat beliau, Habib Idrus Al Habsyi dan menjadi cikal bakal  penyelenggaraan haul di Indonesia. (Bidpar) 

gentara

TEGAL – Grebek Nusantara (GENTARA) yang dihelat langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional Media Nusantara Citra Televisi (MNCTV) sukses meramaikan Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal. Ribuan pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat memadati tempat wisata kebanggaan Kota Tegal ini Minggu (13/11/2016) untuk menyaksikan live show yang dipandu host-host kenamaan seperti Bebizie, Juan Rahman, Mc Danny dan Chand Kelvin.

Berbagai segmen menarik diselenggarakan guna menyemarakkan acara ini antara lain kuis adu pengetahuan, tebak lagu dangdut (Teladan), dan berbagai games yang seru dan menarik seperti lomba memasang dasi untuk pasangan, games tebak rasa dan lomba jogged yang diikuti oleh ibu-ibu dari Kelurahan Mintaragen Kota Tegal, tak ketinggalan pula segmen musik yang menghadirkan pedangdut papan atas seperti Nita Thalia, Uut Permatasari, Siti Badriah, Wiewiek Sagita, Eny KDI dan Rischa Antika dan masih banyak lagi.

gentara2

Cuaca pantai yang cerah diiringi alunan lagu dangdut yang dibawakan secara apik oleh berbagai artis ibukota seolah menghipnotis para pengunjung PAI untuk bergoyang serta banyak lagi keseruan dan gimmick yang terjadi tidak hanya di panggung tapi juga di area penonton dan backstage membuat pengunjung betah berlama-lama menyaksikan acara ini hingga usai.

Jadi buat yang kemarin belum sempat berkunjung ke Pantai Alam Indah, jangan khawatir, kedepannya akan ada banyak event besar serupa yang digelar tak hanya di PAI tapi juga di seantero Kota Tegal, So Ayo plesir maring Tegal..!

Kira – kira pada tahun 1971 Bapak Herman P. mempunyai ide ingin memanfaatkan pantai Tegal yang pada saat itu tidak terawat dan kotor, yang mana apabila dipelihara, ditata dan dirawat dengan baik akan menjadi pantai yang indah, yang berpotensi untuk tempat rekreasi warga Kodya Tegal dan sekitarnya.
Dengan bermodal ide yang ada dalam dirinya, Bapak Herman yang pada saat itu menjabat BPH pada Pemda Kodya Tegal menghubungi beberapa orang yang dipandang bisa untuk diajak bekerjasama menciptakan ide yang baik ini antara lain: Bapak AY. Sudibyo mempunyai Rumah Makan Samudra dan berdomisili di pantai, kepala pelabuhan cabang Tegal, Bapak Sugito, yang minta bantuannya untuk menambah permodalan. Ibu Sarjdoe dari tokoh wanita di Kodya Tegal, setelah pembicaraan dan perencanaan bapak – bapak dan ibu tersebut sudah dianggap matang, kemudian menghadap Bapak Walikotamadya Daerah Tingkat II Tegal untuk mendapat persetujuan atas ide yang dimaksud.

Read more...

Monumen BahariSejarah TNI-AL dimulai pada tanggal 10 September 1945, ketika pemerintah mendirikan Badan Keamanan Rakyat (BKR Laut). BKR Laut ini dipelopori oleh pelaut-pelaut yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine (AL Belanda) dan Kaigun di masa penjajahan Jepang.

Di Tegal setelah Proklamasi Kemerdekaan, tanggal 27 September 1945, dikalangan pemuda membentuk organisasi non pemerintah antara lain Barisan Pelopor, AMRI, Persindo, dan BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang kemudian menjelma menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Tiga hari berikutnya lahir BKR Laut. BKR Laut Tegal yang dibentuk 39 September 1945 dipimpin oleh Yakub Mangunkusumo.

Di Pangkalan IV Angkatan Laut Tegal muncul gagasan perlu adanya Korps Marinir selain cikal bakal Korps Marinir pada bulan Maret 1946 di Tegal didirikan Sekola Angkatan Laut (SAL). SAL didirikan atas perintah Markas Besar ALRI di Yogyakarta yang saat itu dipimpin Laksamana III Maspardi selaku Kepala Staf Umum ALRI. Dipilihnya Tegal sebagai tempat pendidikan Angkatan laut karena di Tegal sudah memiliki Sekolah Pelayaran. Selain itu kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya masih menjadi ajang pertempuran.

Read more...

 

Related Videos

Pengunjung

42698
TodayToday17
YesterdayYesterday72
This_WeekThis_Week292
This_MonthThis_Month879
All_DaysAll_Days42698
Supported by Dishubkominfo Kota Tegal